#Attribution1 { height:0px; visibility:hidden; display:none }

Monday, December 24, 2012

Selamat Datang Kurikulum 2013



Dunia pendidikan kembali berubah (baca: berkembang?). Kementrian Pendidikan Nasional telah melaunching (ujicoba) draft kurikulum yang baru. Masyarakat mendengar nama kurikulum yang tengah diujicobakan itu sebagai ‘Kurikulum 2013’. Khabarnya untuk satuan pendidikan Sekolah Dasar mata pelajaran yang jumlahnya sepuluh dikurangi menjadi tinggal enam mapel. Mapel IPS, IPA dan Bahasa Inggris tidak ada draft KD-nya. Apakah artinya mapel-mapel itu akan ditiadakan untuk SD? Kita tunggu saja bagaimana final-nya.
Berikut gambaran draft kurikulum (khusus SD) yang diperoleh dari website Kementrian Pendidikan Nasional. Para pemangku kepentingan dalam dunia pendidikan tentu perlu mencermati perkembangan kurikulum ini. Dunia pendidikan salah satu intinya adalah kurikulum. Gerak langkah proses belajar dan perkembangan mutu pendidikan diarahkan oleh kurikulum yang didesign oleh pemilik kewenangan, Pemerintah, Sekolah dan Masyarakat. Silahkan mencermati …
Elemen perubahan yang ingin dicapai dengan Kurikulum SD 2013 dapat disarikan dalam deskripsi singkat berikut:
1. Pada Kompetensi Lulusan : Adanya peningkatan dan keseimbangan soft skills dan hard skills yang meliputi aspek kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan.
2. Kedudukan Mata Pelajaran : Kompetensi yang semula diturunkan dari mata pelajaran berubah menjadi mata pelajaran dikembangkan dari kompetensi.
3. Pada Cara Pendekatan : Untuk SD kompetensi dikembangkan melalui Tematik Integratif dalam semua mata pelajaran.
4. Struktur Kurikulum :
• Holistik berbasis sains (alam, sosial, dan budaya)
• Jumlah mata pelajaran dari 10 menjadi 6
• Jumlah jam bertambah 4 JP/minggu akibat perubahan pendekatan pembelajaran.
5. Proses Pembelajaran   :
•  Standar Proses yang semula terfokus pada Eksplorasi, Elaborasi, dan Konfirmasi dilengkapi dengan Mengamati, Menanya, Mengolah, Menyajikan, Menyimpulkan, dan Mencipta.
•  Belajar tidak hanya terjadi di ruang kelas, tetapi juga di lingkungan sekolah dan masyarakat.
•  Guru bukan satu-satunya sumber belajar.
•  Sikap tidak diajarkan secara verbal, tetapi melalui contoh dan teladan.
•  Proses pembelajaran melalui tematik dan terpadu.
6. Penilaian Hasil Belajar  :
•  Penilaian berbasis kompetensi.
•  Pergeseran dari penilain melalui tes [mengukur kompetensi pengetahuan berdasarkan hasil saja], menuju penilaian otentik [mengukur semua kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan berdasarkan proses dan hasil]
•  Memperkuat PAP (Penilaian Acuan Patokan) yaitu pencapaian hasil belajar didasarkan pada posisi skor yang diperolehnya terhadap skor ideal (maksimal)
•  Penilaian tidak hanya pada level KD, tetapi juga kompetensi inti dan SKL.
•  Mendorong pemanfaatan portofolio yang dibuat siswa sebagai instrumen utama penilaian.
7. Ekstrakurikuler   : Pramuka (wajib), UKS, PMR, Bahasa Inggris, dll.
Berikut pengembangan struktur kurikulum SD 2013 :

 
 Sementara untuk Kurikulum Madrasah, belum ada kabar (baca: isu) apa-apa, tapi ya entahlah…kita percayakan pada Bapak-bapak yang di atas sana saja…kami yang di bawah ini “sami’na wa atha’na” alias ‘nderek mawon’ (baca ; ngikut aja).
Selamat datang Kurikulum 2013, Kita tanggapi dengan berkhusnudzon (positif thinking) aja, semoga perubahan yang akan dicapai lebih efektif, bermanfaat dan terimplementasikan sampai pada level teknis di lapangan. Semoga guru dan profesional di bidang pendidikan lainnya segera beradaptasi dengan perubahan. Selamat berubah dunia pendidikan ke arah yang lebih baik. Amin.
Pringsewu, 24 Desember 2012,

Wednesday, December 19, 2012

Pembelajaran Koperatif tipe NHT



Langkah-Langkah Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT
Pembelajaran kooperatif tipe NHT merupakan salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang menekankan pada struktur-struktur khusus yang dirancang untuk mempengaruhi pola-pola interaksi siswa dalam memiliki tujuan untuk meningkatkan penguasaan isi akademik. Tipe ini dikembangkan oleh Kagen dalam Ibrahim (2000 : 28) dengan melibatkan para siswa dalam menelaah bahan yang tercakup dalam suatu pelajaran dan mengecek pemahaman mereka terhadap isi pelajaran tersebut.
Penerapan pembelajaran kooperatif tipe NHT merujuk pada konsep Spencer Kagen dalam Ibrahim (2000 : 28) untuk melibatkan lebih banyak siswa dalam menelaah materi yang tercakup dalam suatu pelajaran dengan mengecek pemahaman mereka mengenai isi pelajaran tersebut. Sebagai pengganti pertanyaan lansung kepada seluruh kelas, guru menggunakan empat langkah sebagai berikut : (a) Penomoran, (b) Pengajuan pertanyaan, (c) Berpikir bersama, (d) Pemberian jawaban.
Langkah-langkah tersebut kemudian dikembangkan menjadi enam langkah sesuai dengan kebutuhan pelaksanaan penelitian ini. Keenam langkah tersebut adalah sebagai berikut :
Langkah 1. Persiapan
Dalam tahap ini guru mempersiapkan rancangan pelajaran dengan membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS) yang sesuai dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT.
Langkah 2. Pembentukan kelompok
Dalam pembentukan kelompok disesuaikan dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT. Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 4 sampai 5 orang siswa. Guru memberi nomor kepada setiap siswa dalam kelompok dan nama kelompok yang berbeda. Kelompok yang dibentuk merupakan percampuran yang ditinjau dari latar belakang sosial, jenis kelamin dan kemampuan belajar. Selain itu, dalam pembentukan kelompok digunakan nilai tes (pre-test) sebagai dasar dalam menentukan masing-masing kelompok.
Sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, guru memperkenalkan keterampilan kooperatif dan menjelaskan tiga aturan dasar dalam pembelajaran kooperatif yaitu :
1. Tetap berada dalam kelas
2. Mengajukan pertanyaan kepada kelompok sebelum mengajukan pertanyaan kepada guru
3. Memberikan umpan balik terhadap ide-ide serta menghindari saling mengkritik sesama siswa dalam kelompok
Langkah 3. Diskusi masalah
Dalam kerja kelompok, guru membagikan LKS kepada setiap siswa sebagai bahan yang akan dipelajari. Dalam kerja kelompok, setiap siswa berpikir bersama untuk menggambarkan dan meyakinkan bahwa setiap orang mengetahui jawaban dari pertanyaan yang telah ada dalam LKS atau pertanyaan yang telah diberikan oleh guru. Pertanyaan dapat bervariasi, dari spesifik sampai yang bersifat umum.
Langkah 4. Memanggil nomor anggota atau pemberian jawaban
Dalam tahap ini, guru menyebut satu nomor dan para siswa dari tiap kelompok dengan nomor yang sama mengangkat tangan dan menyiapkan jawaban kepada siswa di kelas.
Langkah 5. Memberi kesimpulan
Guru memberikan kesimpulan atau jawaban akhir dari semua pertanyaan yang berhubungan dengan materi yang disajikan.
Langkah 6. Memberikan penghargaan
Pada tahap ini, guru memberikan penghargaan berupa kata-kata pujian pada siswa dan memberi nilai yang lebih tinggi kepada kelompok yang hasil belajarnya lebih baik.

PEMBELAJARAN CARD SHORT



STRATEGI PEMBELAJARAN CARD SHORT
Pada postingan kali ini saya ingin sedikit berbagi dengan para pembaca salah satu dari sekian banyak strategi pembelajaran yaitu strategi pembelajaran CARD SHORT. Strategi pembelajaran ini sangat cocok untuk diterapkan di kelas karena insya allah akan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.
Secara umum langkah-langkah strategi pembelajaran Card Short adalah sebagai berikut :
  1. Menentukan topik
  2. Pengantar kegiatan
  3. Guru memberikan kartu secara acak dan pastikan masing-masing siswa mendapatkan kartu tersebut.
  4. Masing-masing siswa mencari kartu nama yang sama sekaligus mengklasifikasinnya.
  5. Kesimpulan.
Sintaks strategi pembelajaran Card Short dapat dilihat pada tabel berikut :
SINTAKS
KEGIATAN GURU
KEGIATAN SISWA
Fase 1 :
Penyampaian tujuan dan motivasi
Kegiatan awal :
-   Apersepsi :
-   Motivasi
-   Menyampaikan tujuan pembelajaran
Siswa dapat mendengarkan dan menjawab pertanyaan dari guru dengan seksama
Siswa dapat mendengar dan berniat mempelajari materi
Fase 2 :
Menyampaikan informasi
Kegiatan inti
-   Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan kajian pustaka.
-   Guru memberikan pertanyaan tentang materi yang telah dipelajari siswa pada kajian pustaka.
-   Guru merangkum sekaligus memberikan penegasan dan informasi tentang materi pelajaran
Siswa melakukan kajian pustaka
Siswa mendengarkan penjelasan guru (Eksplorasi)
Fase 3 :
Pembagian siswa dalam kelompok
Guru membagi siswa dalam kelompok belajar dan membagikan lembaran kartu secara acak kepada siswa dan memberikan penjelasan cara menyusun atau mengelompokkan kartu tersebut (Card Short)
Siswa membentuk kelompok sesuai dengan nama-nama yang ada dalam kartu yang telah dibagikan (Elaborasi)
Fase 4 :
Membimbing kelompok kerja dan belajar
-   Guru membimbing kelompok belajar pada saat berdiskusi, mengamati dan melakukan penilaian minat belajar.
-   Guru membimbing siswa untuk menyajikan hasil kerjanya didepan kelas, baik secara individu atau kelompok.
Siswa bertanya jawab dengan temannya, bagaimana cara mengurutkan kartu dengan benar (Elaborasi)
Fase 5 :
Evaluasi
-   Guru memfasilitasi persentasi hasil kerja kelompok.
-   Guru mengamati dan melakukan penilaian terhadap persentasi yang dilakukan oleh siswa.
-   Guru memberikan klarifikasi dan kesimpulan
Antara kelompok saling menanggapi dan memberi umpan balik serta mendapat penguatan dari guru (konfirmasi)
Fase 6 :
Memberi penghargaan
Kegiatan Penutup
-   Refleksi
Guru menanyakan tentang perasaan siswa terhadap pelajaran hari ini apakah menyenangkan dan bermanfaat ? apakah materi pelajaran ini bermanfaat bagi kehidupan selanjutnya.
-   Pengayaan (PR)
Siswa diberikan tugas untuk merangkum dirumah materi pembelajaran hari ini
-   Guru memberikan penghargaan terhadap siswa baik secara individu maupun secara kelompok atas prestasinya.
Siswa memberikan jawaban dari pertanyaan refleksi
Siswa mengerjakan PR
Siswa menerima penghargaan dengan senang hati dan bertepuk tangan

Tuesday, December 4, 2012

Buat & Unduh Jadwal Sholat Bulanan - Indonesia

Buat & Unduh Jadwal Sholat Bulanan - Indonesia